Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemkab Kukar Lanjutkan Program Pembangunan Kawasan Pertanian

img

Kepala Distanak Kukar Sutikno

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2023 kembali melanjutkan Program Pembangunan Pertanian khususnya infrastruktur dasar. Seperti pembangunan jalan usaha tani, jaringan irigasi, dan pembangunan embung.

Pembangunan Pertanian ini sesuai dengan visi misi program Bupati Kukar yakni penguatan di sektor pertanian dalam arti luas dan pariwisata. Dengan program ini tentunya sangat diharapkan masyarakat khususnya petani dalam meningkatkan produksi dan mengangkut hasil panen.

Kepala Distanak (Dinas Pertanian dan Peternakan) Kukar Sutikno mengatakan bahwa percepatan pembangunan pertanian pada tahun ini terutama jalan usaha tani itu ada 2 kegiatan. Yang pertama bekerjasama dengan TNI melalui Program Karya Bhakti. Bulan ini sudah dikerjakan di Tenggarong Seberang, mulai di Bukit Pariaman sampai Panca Jaya, Bangun Rejo, Kerta Buana

"Pembangunan jalan usaha tani dan jembatan kecil kurang lebih 30 kilometer. Dengan anggaran kurang lebih Rp 27 miliar." kata Sutikno Rabu (29/3/23).

Kemudian yang kedua ada di Sebulu-Muara Kaman disisi kiri, kalau tahun lalu di sisi kanan itu tetap sama program Karya Bhakti itu kurang lebih 11 kilometer. Mulai dari Desa Sumber Sari, Manunggal Daya, Sido Mukti, dan Panca Jaya. Dan tahap ketiga ada di Tenggarong, Loa Kulu, Sumber Sari, Loh Sumber juga program Karya Bhakti.

Sutikno mengatakan di luar 5 kawasan pertanian ada juga yang di kerjakan oleh Distanak di APBD 2023 ini, seperti jalan usaha tani yang ada di Kota Bangun, lanjutan Tenggarong Seberang, Desa Bukit Raya, Anggana, dan Marang Kayu. Jadi pengerjaan infrastruktur ini tidak melulu di dalam lima kawasan pertanian tapi ada juga di luar kawasan.

"Selain jalan usaha tani tahun ini juga ada pembangunan 26 embung ada dibeberapa kecamatan yaitu Kota Bangun, Samboja, Tenggarong, Anggana itu merata pembangunannya. Kemudian pembangunan  Dum Parit itu di 2 kecamatan Sebulu dan Muara Kaman." jelasnya.

Sementara untuk pembangunan Jaringan Irigasi di Sebulu dianggarkan sebesar Rp 3,4 miliar, peningkatan normalisasi di Tenggarong Seberang Rp 3,44 miliar, dan Muara Kaman Rp 3,44 miliar. Kemudian di Loa Kulu Rp 2,4 miliar, Marang Kayu Rp 1,2 miliar. Jaringan ini ini merupakan kegiatan diluar Karya Bhakti.

Harapan dengan adanya pembangunan ini semua tujuannya untuk petani. Jadi mudah-mudahan para petani melalui kelompok tani mulai terjawab sesuai apa yang diinginkannya dan sesuai harapan bapak Bupati. Begitu pun dengan pembangunan jalan usaha tani, akan memberikan dampak positif untuk kemajuan dan peningkatan produksi pertanian karena akses jalan sudah memadai.

"Setelah dibuatkan jalan usaha tani petani lebih mudah mengambil hasil panen. Jadi mulai terjawab satu persatu permasalahan yang dihadapi petani." ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno mengungkapkan atas nama Pemerintah Desa Loh Sumber sangat apresiasi dan mengucapkan ribuan terima kasih program pembangunan pertanian yang luar biasa.

"Dengan pembangunan pembangunan pertanian khususnya infrastruktur dasar, membuat aktivitas petani khususnya untuk mengeluarkan hasil panennya dengan baik. Kendala para petani, termasuk pengairan, apalagi di posisi kita rata-rata tadah hujan." ujarnya.

Ia menyebutkan luas lahan pertanian di Desa Loh Sumber seluas 200 hektar, namun saat ini tidak produktif karena situasi kondisi perkembangan daripada pembangunan di wilayah tata ruang wilayah yang ada di Desa Loh Sumber.

Jadi dengan adanya pembangunan pertanian ini sangat membantu sekali khususnya petani. Ini memang hal yang memang diidamkan sesuai program Bupati. Bagaimana petani yang ada di suatu wilayah desa itu bisa bangkit dan bisa berkembang. Dan bisa menjadi motor daripada kemajuan dan prospek ekonomi masyarakat pertanian.

"Kita berharap program pembangunan ini tetap berkelanjutan. Pembinaan pemberdayaan petani banyak tokoh dari yang ada baik pemerintah, pihak akademisi dan pihak ketiga pihak membantu program pemerintah juga yang jelas pendampingan tetap dilakukan." pungkasnya.(adv/pk)